Rabu, 09 November 2016

Menteri Susi: Negara Mana pun Curi Ikan di Indonesia, Saya Bantai!


SURGABOLA.Kendati sudah serius memberantas pencurian ikan (ilegal fishing), namun aksi tersebut masih ada terjadi di perairan Indonesia. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan, akan menindak tegas siapa saja pencuri ikan.Saya akan eksekusi tanpa peduli, so negara yang mencuri, saya bantai. Kan bukan negaranya yang nyuri," tegas Susi saat menjadi pembicara di Sidang Umum Interpol di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Rabu (9/11/2016).
Menurut Susi Pudjiastuti, aksi ilegal fishing yang dilakukan oleh nelayan negara tetangga di perairan Indonesia karena sumber daya mereka sudah habis.
Teluk Siam sudah tidak ada ikan di Thailand, Laut China Selatan sudah tidak ada ikannya lagi sekarang. China melakukan moratorium (pembatasan) dua tahun untuk merecovery kondisi tersebut," ujar Susi.
Komite Perikanan Nasional menyatakan potensi tangkap ikan di Indonesia naik dari 6,5 juta menjadi 9,9 juta. Hal ini diketahui dari pemantauan citra satelit.
Jadi orang Vietnam, orang mana saja tahu bahwa ikan di Indonesia banyak sekali, dari satelit, tidak usah datang. Mereka datang untuk menangkap. Karena ya memang (ikannya) ada di kita, makanya kita harus bersyukur dengan mempertahankan lebih kencang lagi, kalau tidak bagaimana anak-anak cucu kita tidak punya lagi sumber protein," paparnya.
Menurutnya, ilegall fishing adalah kejahatan luar biasa. Tidak hanya mencuri ikan, mereka juga menyelundupkan manusia, minuman keras hingga narkoba.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar