Rabu, 28 Desember 2016

Tanggap Darurat Usai, Warga Pidie Jaya Masih Butuh Bantuan

www.surgabola88.com
SURGABOLA88 - Meskipun fase tanggap darurat berakhir, namun kondisi masyarakat di beberapa desa di Kabupaten Pidie Jaya masih diliputi kecemasan akan bahaya gempa susulan. Mereka juga masih membutuhkan bantuan berupa tenda, selimut dan terpal untuk melindungi diri dari panas dan hujan.
Di Desa Lancang Paro, Kecamatan Bandar Baru misalnya. Sekitar 80 persen warga masih tidur di tenda darurat. “Bantuan tenda dari pemerintah hanya cukup untuk memenuhi 10 persen kebutuhan warga,” kata Abduh, Sekretaris Desa Lancang Paro.
Terkait kebutuhan ini, sejak kemarin Plan International Indonesia, bekerja sama dengan LSM Cipta Fondasi Komunitas (CFK) mendistribusikan paket bantuan untuk 7.500 warga yang tersebar di enam desa di dua kecamatan yang paling terdampak gempa 6,5 Skala Richter di Aceh, 7 Desember silam.
Menurut Program Manager Disaster Risk Management Plan International Indonesia, Wahyu Kuncoro, dari hasil kaji cepat dan observasi di lapangan, pihaknya memutuskan untuk mendistribusikan bantuan berupa terpal, selimut, tikar dan tali. “Meskipun sudah ada himbauan dari Bupati agar warga meninggalkan lokasi pengungsian dan kembali ke rumah, namun kenyataannya warga belum sepenuhnya berani tinggal di rumah, terutama di malam hari,” kata Wahyu Kuncoro dalam pesan tertulis, Kamis, 29 Desember 2016.
Wahyu menegaskan, sebagai organisasi kemanusiaan yang fokus pada pemenuhan hak anak, terutama perempuan, Plan International berkepentingan untuk memastikan mereka dalam kondisi aman pascagempa Aceh ini. Bantuan kemanusiaan ini juga diprioritaskan untuk warga yang rumahnya rusak.
“Anak-anak, terutama anak perempuan tidak nyaman dan leluasa tinggal di tenda darurat. Dengan adanya bantuan ini diharapkan mereka bisa kembali tinggal bersama keluarga inti di lingkungan rumah mereka,” kata Wahyu.
Selain memberikan bantuan fisik, Plan International Indonesia juga memberikan dukungan psikososial untuk anak-anak dan remaja, terutama perempuan. Rencananya kegiatan ruang ramah anak tersebut akan diimplementasikan sampai tiga bulan ke depan. Untuk kegiatan ini, akan disediakan fasilitas ruang ramah anak (Child Friendly Space – CFS) di enam desa yang tersebar di Kecamatan Meureudu, Trienggading dan Bandar Baru.
Berdasarkan observasi di beberapa sekolah dua hari yang lalu, anak-anak sudah diminta masuk ke sekolah. Plan International Indonesia mendukung kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Jaya yang menghimbau para pelajar kembali ke sekolah, meskipun untuk sementara belajar di tenda darurat.
“Kami berharap dukungan psikososial yang mulai dibuka pada awal Januari besok bisa mengurangi kecemasan dan ketakutan warga, khususnya anak-anak dan remaja, sehingga mereka bisa kembali ke kehidupan normal,” ucap Wahyu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar