SURGABOLA88. Badan Narkotika Nasional (BNN)menanggapi ide Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran yang meminta ada ketegasan penanganan dalam kasus narkoba.
Diketahui Sugianto menyiapkan dana untuk polisi atau BNN yang menembak mati bandar narkoba yang akan diberikan hadiah hingga Rp 50 juta.Demikian juga dengan menembak pengedar narkoba, akan diberikan uang Rp 25 juta.
Kepala Bagian Humas BNN Slamet Pribadi menjelaskan, uang tidak bisa dijadikan tolak ukur aparat penegak hukum memuntahkan timah panas.
Uang bukan jadi alasan hukum. Kalau penegak hukum melakukan tindakan tegas itu sesuai dengan hukum yang berlakunya. Tidak boleh diluar hukum, kalau prosedur hukuman mati lewat pengadilan, kalau melawan baru dilakukan tindakan tegas dan terukur,
Slamet memastikan semua aparat penegak hukum tidak main-main memberantas masalah narkoba, apalagi BNN.
Namun jika petugas terpaksa menembak pelaku, harus patuh pada prosedur yang berlaku.
Misalnya membahayakan masyarakat atau petugas. Ya sudah tindakan melumpuhkan atau mematikan," kata Slamet.
Slamet menjelaskan, BNN mengapresiasi semangat semua kepala daerah yang ingin ikut memberantas narkoba.
Itu semangat beliau, menyampaikan semangat ngga apa-apa bagaiamanpun sesuai hukum yang berlaku, sebenarnya bukan hanya gubernur, masyarakat juga kesel, gemes gitu," kata Slamet.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar